BREAKING

Jumat, 13 Mei 2016

Aksi Malam Solidaritas Untuk Korban Kekerasan Seksual: YY, MN, #UntukAngelineAnakKITA.


Anies Baswedan, Yohana Yembise, Boy Rafli Amar, Lukman Hakim Saifuddin, Yuniyanti Chuzaifah, Eva Kusuma Sundari, Rosiana Silalahi (Foto Penulis)
Komisi Nasional anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) pada tahun 2015 mencatat kekerasan seksual adalah jenis kekerasan ke-2 paling tinggi setelah Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT). Angka ini meningkat dibanding tahun sebelumnya. Bentuk kekerasan seksual tertinggi adalah perkosaan 72% atau 2.399 kasus, pencabulan 18% atau 601 kasus, dan pelecehan seksual 5% atau 166 kasus. Yang perlu dicatat bahwa angka-angka tersebut merujuk pada kasus-kasus yang terlaporkan. Seperti halnya kekerasan terhadap perempuan terutama kekerasan seksual dimana juga, angka-angka terebut merupakan fenomena gunung es. Kasus-kasus yang tidak terlaporkan lebih banyak dari yang terlaporkan.

Tingginya tingkat kasus perkosaan dan kekerasan seksual serta peristiwa keji yang menimpa YY dan korban lainnya, menunjukkan kepada kita bahwa kekerasan seksual bisa menimpa siapa saja, kapan saja dan dimana saja. Termasuk kita sendiri. Bukan karena minuman alkohol, bukan karena pakaian yang dikenakan oleh korban, bukan karena jalanan yang sepi, bukan masalah etika dan moral. Terus meningkatnya jumlah kasus-kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak serta kelompok disabilitas menunjukkan pemerintah gagal memberikan perlindungan terhadap ketiga kelompok tersebut. Semoga pemerintah lebih serius lagi dalam menangani kasus kekerasan seksual ini.

Masyarakat yang peduli terhadap kasus kekerasan serempak menghidupkan
 lilin untuk melawan kekerasan seksusal (Foto Penulis)
Kasus pembunuhan Engeline Margriet Megawe (Angeline) di Bali banyak menyita perhatian masyarakat tanah air dan manca negara. Pembunuhan yang berlangsung sangat sadis ini, akhirnya berakhir di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar. Pada Mei 2015, masyarakat tercengang saat ditemukannya mayat Angeline yang sudah terkubur di rumah ibu angkatnya, Margarieth. Yang membuat miris lagi, Angeline tidak saja dibunuh namun juga mengalami tindak kekerasan seksual.

Diskusi di Tugu Proklamasi (Foto Penulis)
Jakarta, 13 Mei 2016 Tugu Proklamasi dipadati masyarakat tanah air yang turut prihatin atas kasus kekerasan seksual ini. Aksi malam solidaritas untuk korban kekerasan seksual ini dihadiri oleh pejabat-pejabat tinggi negara diantaranya Menteri Pendidikan RI (Anies Baswedan), Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Yohana Yembise), Kepala Divisi Humas Polri (Irjen. Pol. Drs. Boy Rafli Amar), Menteri Agama RI (Lukman Hakim Saifuddin), Wakil Komnas Perempuan (Yuniyanti Chuzaifah) dan Komnas Perempuan DPR RI (Eva Kusuma Sundari).

Anies Baswedan (Foto Penulis)
Para pejabat tinggi negara ini diajak diskusi oleh masyarakat yang peduli terhadap korban kekerasan seksual yang dipandu oleh presenter Rosiana Silalahi. Pemerintah akan lebih fokus dalam menangani kasus kekerasan seksual ini. Masyarakat berharap, setelah diadakannya diskusi ini, pemerintah dan DPR RI harus segera mengesahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual yang telah berhasil didesakkan untuk masuk kedalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas), namun sampai hari ini belum juga menjadi prioritas pembahasan. 

Diadaptasi dari kisah Angeline, Niken Septikasari membuat film yang berjudul "Untuk Angeline". Film Angeline ini tentunya patut untuk diberikan dukungan, mengingat kasus kekerasan seksual saat ini semakin merajalela. Perlunya perhatian yang khusus oleh pemerintah Indonesia untuk menangani kasus-kasus kekerasan seksual seperti ini.

Film Untuk Angeline yang sedang digarap ini, mendapat sambutan dan dukungan yang baik oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Anies Baswedan) dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), Yohana Yembise.

Film Untuk Angeline rencananya akan tayang pada 28 Juli 2016. Film Untuk Angeline ini bukan hanya sekedar tontonan biasa, namun film ini merupakan sebuah momentum untuk menyuarakan semangat membasmi tindak kekerasan seksual.

Banner Film Untuk Angeline (Foto Penulis)
Pin Film Untuk Angeline (Foto Penulis)
Banyaknya dukungan dari masyarakat umum, komunitas-komunitas, media, blogger dan masih banyak lagi. Semoga kasus kekerasan seksusal seperti ini segera teratasi.

Yuk dukung untuk melawan tindak kekerasan seksual!
#SaveOurSisters.


Salam,


~ Bowo Susilo ~



About ""

Halo semua, Selamat datang di www.bowosusilo.com. Saya lahir di Lampung, dari 2 bersaudara. Selain kuliah, saya juga aktif di dunia blogger. Melalui blog ini saya juga menerima penawaran kerjasama dalam bentuk penulisan artikel sponsor, job review, dan sebagainya. Nah untuk penawaran kerjasama bisa langsung menghubungi saya di bowosusilo68@gmail.com.

3 komentar:

  1. miris banget menghadapi kenyataan bahwa indonesia darurat akan tindak kekerasan seksual, apalagi trhadap anak-anak...

    semoga pemerintah bisa bertindak lebih cepat dlam mengentaskan masalah tersebut.. Aminn

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya miris banget. Gak bisa berfikir panjang tuh orang yang memperlakukan perempuan seperti itu.

      Semoga pemerintah semakin fokus dalam mengatasi kasus kekerasan ini.

      Hapus
  2. berharap sekali kasus yy ini mendapatka perhatian dan jangan terlewatkan, pelaku harus mendapatkan hukuman setimpal agar tidak ada kejadian yang terulang

    BalasHapus

 
Copyright © 2013 Bowo Susilo
Design by FBTemplates | BTT