BREAKING

Thursday, 11 April 2019

G-SHOCK hadirkan Jam Tangan Terbaru dari Serat Karbon

GA-2000 (Foto : www.bowosusilo.com)
Rasanya suka bingung dan ada yang kurang kalau kemana-mana tidak memakai jam tangan. Jam Tangan memiliki fungsi yang sangat penting untuk bisa melihat waktu dengan mudah dan cepat. Apalagi jika bepergian saat traveling, paling enak ya bawa jam tangan agar bisa mengkondisikan waktu dengan baik. 

Belajar menghargai waktu juga bisa dilakukan dengan cara memakai jam tangan. Lho kok bisa ? Iya bisa dong, dengan memakai jam tangan maka akan sadar akan pentingnya waktu. Banyak yang mengira bahwa, waktu berjalan dengan begitu cepat. Baru bangun tidur, enak-enak di kamar main hp, eh tiba-tiba udah siang, tiba-tiba udah sore dan seterusnya. Tanpa disadari bahwa, kita menggunakan waktu dengan seenak mungkin dan tanpa menyadarinya. Keberadaan jam tangan inilah sangat penting untuk lebih menghargai waktu.

Bicara soal jam tangan, tentu banyak yang suka jam tangan simpel, elegan dan tentunya tetap keren. Kamis, 4 April 2019 saya mendapatkan kesempatan untuk menghadiri sebuah acara Blogger Gathering G-Shock New Generation Toughess. Tahun 2019 ini, G-Shock memghadirkan sebuah inovasi terbarunya yaitu jam tangan terbaru yang terbuat dari material serat karbon. 

Tentunya sudah pada tau ya, serat karbon biarpun ringan pastinya tetap tangguh. G-Shock yang berbahan serat karbon ini bisa teman-teman miliki di Indonesia mulai tanggal 27 April 2019 di toko-toko resmi Casio. Waaaah bahagia banget ya para pecinta jam tangan yang simpel, ringal dan keren. Bisa tampil keren nih sebentar lagi hehe. 

Hadir juga Dellie Threesyadinda atlet panahan, Denny Sumargo dan juga perwakilan dari G-Shock dan Casio (Foto : www.bowosusilo.com)
Denny Sumargo saat memamerkan jam tangan kesukaannya (Foto : www.bowosusilo.com)
Dalam launching jam tangan dari G-Shock ini, turut hadir juga Denny Sumargo yang akrab dipanggil Densu. Beliau berbagi pengalamannya saat shooting program adventure di televisi. Pria yang akrab disapa Densu ini juga gemar menggunakan jam tangan dari G-Shock. Menurutnya, jam tangan dari G-Shock ini sangat cocok ia gunakan karena memang sukak traveling terus. Jam tangannya ringan dan tentunya tetap elegan, sehingga nyaman banget saat traveling menggunakan jam tangan ini.

Densu juga sempat bertemu langsung dengan Kikuo Ibe, pencipta G-SHOCK. Densu sangat terkesan saat bisa bertemu dengannya, bahkan ia memasukkan Kikuo Ibe kedalam daftar orang yang dikaguminya bersama Kobe Bryant dan Michael Jordan. Jam tangan dari G-Shock yang disukai oleh Densu adalah G-Shock GA-700 berwarna merah yang dibubuhi tanda tangan Kikuo Ibe.

Berikut saya kasih bocoran spesifikasinya ya teman-teman:

GA-2000

Dilihat dari segi tampilannya mah udah keren banget nih. Jam tangan ini dirancang dengan sedemikian elegan untuk gaya hidup urban dan outdoor. Model GA-200 terbaru didesain agar dapat bertahan terhadap semua kegiatan dan dibuat untuk mereka yang menikmati kehidupan kota seperti halnya kegiatan penuh tantangan diluar ruangan. Nah cocok banget nih buat yang suka traveling, jam ini patut dijadikan list untuk dibeli tahun 2019 ini hehe.

Carbon Core Guard terdiri dari cangkang resin yang diperkuat serta karbon dan dikombinasikan dengan tombol baja yang besar dan cangkang belakang yang tipis. Untuk talinya pun dapat diganti dengan sangat mudah, sehingga pemakaiannya dapat menyesuaikan penampilan mereka menurut kegiatan ataupun suasana. 

GA-2000 ini diperkenalkan dengan menggunakan warna-warna terang, dengan tali bi-color yang menawarkan kekhasan warna pop. Namun, dengan teknologi terbarunya, tali GA-200 dapat diganti dengan tali yang lebih tradisional seperti warna abu-abu ataupun cokelat lumpur. Sehingga bisa menyesuaikan selera dari pengguna jam itu sendiri. Model dari jam tangan ini juga terlihat lebih cerah lho, sehingga memudahkan pembacaan jam di tempat dengan penerangan yang redup sekalipun. 
GWR-B1000 (GRAVITYMASTER) Foto : www.bowosusilo.com
GWR-B1000 (GRAVITYMASTER)

Nah untuk jam tangan yang satu ini lebih kece lagi guys, karena jam tangan ini merupakan yang paling ringan diantara rangkaian GRAVITYMASTER lainnya. Jadi kalau pas dipakai, seperti gak ada beban sama sekali deh hehe. Tentunya ini dibutuhkan bagi setiap pengguna jam tangan, keringanan dari jam itu sendiri membuat pemakainya semakin nyaman tentunya.

GWR-B1000 menggunakan cangkang carbon monocoque yang dibuat dari serat karbon dan diperkuat dengan resin, yang dapat menyatukan cangkang dan cangkang penutup tanpa ada cela sama sekali. Cangkang yang lebih kuat dan pelat yang dimodifikasi menahan circuit board pada tempatnya dan menghambat adanya getaran langsung terhadap batang tombol dan circuid board sehingga tombol tidak lagi dibutuhkan untuk menghalangi getaran yang masuk kedalam jam yang dipakai. 
GG-B100 (Foto : www.bowosusilo.com)
GG-B100

Seri MUDMASTER dirancang untuk menghadapi situasi yang menantang, dan untuk jam tangan GG-B100 yang terbaru menampilkan Carbon Core Guard Structure baru yang menggunakan bahan yang diperkuat serat karbon. Untuk struktur carbon core guard yang baru dikembangkan menggunakan material yang diperkuat dengan serat karbon yang ringan dalam cangkang jam ini. 

Oiya Jam GG-B100 ini memiliki sensor quad yaitu terdapat empat sensor yang dapat mendeteksi arah kompas, mengukur tekanan ataupun ketinggian atmosfer, mengukur suhu, dan juga memiliki akselerometer yang menghitung jumlah langkah. Waaaaah ini sih udah keren banget ya jam tangan ini. Bukan itu saja, jam tangan ini dapat dihubungkan dengan aplikasi khusus sehingga mampu menangkap detil riwayat aktivitas seperti menghitung kalori yang terbakar dari pendakian atau perjalanan turun.

Tentunya jam tangan terbaru dari G-SHOCK ini sudah tidak diragukan lagi ketahanannya, tampilannya, ringannya dan semuanya sudah keren sih menurutku. Soalnya memang jam tangan ini bisa dipakai dan cocok buat agenda apapun hehe. 

Gimana mupeng gak sih? Saya sih mupeng banget banget guys huhuhu.
Udah cakep kan, sayang belum pakai jam tangan dari G-Shock #eh (Foto : www.bowosusilo.com)
Oiya saya kasih bocoran lagi deh, kalau belum ngomongin harga tentu belum lengkap ya hehe. Seperti yang sudah saya bilang diawal tadi, jam ini akan tersedia di toko-toko resmi Casio mulai 27 April 2019 ya guys. Nah untuk Jam GA-2000 akan dibandrol seharga 2.299.000. Jadi harus mulai nabung dari sekarang ya jika mau beli hehe.

Satu aja itu ya guys, untuk bocoran harganya hehe. Nah untuk informasi lengkapnya, monggo langsung kepoin di akun Instagram resmi G-SHOCK di @gshockindo dan juga @casiostore_id. #CARBONCOREGUARD


Salam,
www.bowosusilo.com




Tuesday, 9 April 2019

Frisian Flag Indonesia Umumkan Pemenang Kompetisi Farmer2Farmer “Dari, Oleh dan Untuk Para Peternak Sapi Perah Lokal”


Foto bersama para peternak sapi perah lokal Indonesia (Foto : www.bowosusilo.com)
Peternak Sapi Perah di Indonesia sudah terbilang cukup banyak, khususnya di pulau jawa. Namun, sudahkan mencukupi kebutuhan susu di Indonesia? Jawabannya belum. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per tahun 2017, Indonesia memiliki populasi Sapi Perah 544,791 ekor dengan produksi 920,1 ribu ton susu segar. Jumlah produksi itu hanya mampu memenuhi 20 persen dari total kebutuhan susu nasional yang mencapai 4,448 juta ton.

Dengan demikian, jelas bahwa peternak sapi perah di Indonesia harus terus belajar untuk dapat meningkatkan jumlah produksi susu guna memenuhi kebutuhan susu di Indonesia. Karena susu merupakan kebutuhan pokok untuk anak-anak dan keluarga tentunya. Susu dapat membantu anak-anak Indonesia untuk dapat meraih potensi yang tertinggi bagi mereka, karena susu memiliki nilai gizi yang cukup tinggi.

Jumat, 5 April 2019 saya mendapatkan kesempatan dari Komunitas Bloggercrony Indonesia untuk dapat menghadiri acara pengumuman kompetisi Farmer2Farmer 2019. Acara ini berlangsung di Gedung Kementerian Pertanian RI. Mungkin masih banyak yang bertanya-tanya, apa sih Farmer2Farmer ini? 

Farmer2Farmer ialah bagian dari program Frisian Flag Indonesia. Program yang berkelanjutan ini bernaung dibawah Dairy Development Program (DDP) oleh perusahaan induk, FrieslandCampina, dan merupakan salah satu usaha FrieslandCampina untuk mewujudkan tujuan Nourishing by Nature ke dalam kehidupan sehari-hari dalam mencapai tujuan jagka panjang perusahaan. Tujuan jangka panjang tersebut ialah memberikan nutrisi yang lebih baik kepada dunia, meningkatkan kesejahteraan peternak sapi perah lokal di negara-negara FrieslandCampina beroperasi. Selain itu juga agar bisa membangun dunia yang lebih baik untuk generasi sekarang dan yang akan datang. 

Kompetisi Farmer2Farmer ini sudah ketujuh kalinya dan telah menjangkau sekitar 1.000 peternak sapi perah lokal di Indonesia. Kompetisi Farmer2Farmer ini dimulai dari awal tahun 2019 dengan melibatkan para peternak sapi perah lokal yang berasal dari empat koperasi peternak sapi perah. Keempat koperasi itu diantaranya Koperasi Peternakan Sapi Bandung Selatan Pangalengan, Koperasi Peternakan Sapi Bandung Utara Lembang, Koperasi Usaha Tani Ternak Suka Makmur dan Koperasi Bangun Lestari. 

Tentunya banyak banget yang antusias untuk mengikuti kompetisi Farmer2Farmer 2019. Karena memang, semua peternak sapi perah ingin terus belajar dalam mengembangkan dan meningkatkan produksi susu sapi perah di  Indonesia. Setelah melakukan proses seleksi secara intens dan cukup ketat, terpilihlah 110 peternak sapi perah untuk mengikuti kompetisi dan telah melalui proses penilaian yang transparan dari Februari 2019.

Setelah dilakukan seleksi dari 110 peternak sapi perah yang ikut kompetisi, diambilah 4 orang pemenang untuk dieterbangkan ke Belanda. Keempat pemenang ini nantinya akan belajar Good Dairy Farming Practice di Belanda. Diharapkan keempat peternak sapi perah yang terpilih ini dapat belajar praktek peternakan sapi perah yang baik di Belanda.
 
drh. I Ketut Diarminta saat menyampaikan sambutannya (Foto : www.bowosusilo.com)
Seperti yang disampaikan drh. I Ketut Diarminta (Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian Republik Indonesia), MP bahwa, para peternak harus belajar dengan baik disana, ambil semua ilmunya dan setelah pulang dari Belanda dapat mengembangkan ilmunya di Indonesia dan tentunya berbagi pengalaman dengan peternak sapi perah yang lainnya. 

Industri susu di Indonesia masih menghadapi tantangan dalam memenuhi permintaan susu nasional. Kami berharap program ini akan terus menginspirasi peternak sapi perah lokal untuk tetap konsisten dalam menerapkan GDFP yang akan meningkatkan kualitas dan produktivitas produksi susu mereka. Kami percaya adanya kolaborasi erat antara koperasi peternak sapi perah, pemerintah dan sektor swasta seperti FFI, juga didukung oleh keinginan dan dorongan dari peternak sapi perah, dapat membantu meningkatkan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang, tambah drh. I Ketut Diarmita, MP.

Dalam acara ini turut hadir juga Adinda seorang peternak perempuan dari Belanda. Beliau merupakan peternak sapi perah yang sukses. Beliau berkunjung ke Indonesia untuk berkeliling ke tempat-tempat peternak sapi perah. Dalam kunjungannya ke pulau jawa, Adinda disambut baik oleh para peternak sapi perah. Masyarakat mengaku senang karena dapat belajar mengenai beternak sapi perah dengan Adinda. Selain Adinda, turut hadir juga Louis Beijer, The Agriculture Counselor untuk Kedutaan Belanda di Indonesia. Dalam sambutannya, kami dengan senang hati menyambut para pemenang kompetisi Farmer2Farmer 2019 di negara kami, jelasnya.
 
Pemberian penghargaan dari Pak Andrew ke Miss Adinda (Foto : www.bowosusilo.com)
Louis Beijer saat memberikan sambutannya (Foto : www.bowosusilo.com)
Andrew F. Saputro, Corpoorate Affairs Director PT Frisian Flag Indonesia menyampaikan, “Kami mengucapkan terimakasih banyak atas dukungan dari berbagai pihak, baik dari pemerintah dan seluruh peternak sapi perah lokal yang sudah turut berpartisipasi dalam mensukseskan kompetisi Farmer2Farmer 2019. Sekali lagi selamat kepada para pemenang kompetisi Farmer2Farmer dan selamat belajar GDFP di Belanda dan pulang bisa mengembangkan ilmunya.

Kami sangat berharap program ini dapat berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan peternak sapi perah lokal dan keberlanjutan industri susu di Indonesia melalui penerapan GDFP yang konsisten oleh peternak sapi perah lokal, Tambah Pak Andrew.
 
Penyerahan hadiah untuk keempat pemenang kompetisi Farmer2Farmer (Foto : www.bowosusilo.com)
Berikut adalah para pemenang kompetisi Farmer2Farmer 2019:
Jawa Timur (Juara 3 Jumilan, juara 2 yudi purwanto, juara 1 yanto)
Lembang (Juara 3 Irwan, juara 2 Ujang Supirman, Juara 1 Ibu Nenih)
Pengalengan (Juara 3 Tosiwan Harsa, juara 2 nandang sutisna, juara 1 apid)
Dan untuk juara 1 kategori peternak yang inovatif adalah Mitha dari Tulung Agung.

Peternak yang diberangkatkan ke Belanda ialah yang mendapatkan juara 1. Sementara untuk juara 2 mendapatkan lima juta rupiah dan juara 3 mendapatkan uang tiga juta rupiah untuk peralatan kandang. 

Semoga dengan adanya kompetisi Farmer2Farmer yang terus berkelanjutan ini dapat meningkatkan keahlian dan semangat yang tinggi bagi peternak sapi perah di Indonesia. Dengan demikian diharapkan produksi susu di Indonesia semakin meningkat.

Salam Peternak Sapi Perah Indonesia!



Best Regards,
www.bowosusilo.com





Saturday, 6 April 2019

Stop Eksploitasi Anak di Audisi Beasiswa Djarum Bulutangkis

Foto bersama blogger dan pengisi acara (Foto : Yayasan Lentera Anak)

Mendukung anak untuk menyalurkan bakatnya tentu menjadi kewajiban semua orang tua. Tentunya salah jika anak memiliki bakat dan berprestasi tetapi tidak adanya dukungan dari kedua orang tuanya. Namun, dukungan yang diberikan oleh orang tua juga harus memerhatikan kebaikan dan masa depan anak. Jangan sampe hanya dengan mengikuti sebuah audisi tetapi tidak memikirkan dampak negatifnya bagi anak.

Menjadi orang tua tentunya harus memiliki pandangan luas dalam mengantarkan anaknya untuk menjadi sukses kelak. Bukan hanya dukungan dalam jangka pendek, namun harus dukungan dalam jangka panjang. Sejak 2006, Djarum resmi menggelar audisi beasiswa bagi anak-anak untuk mendapatkan pelatihan bulutangkis secara gratis. Awalnya audisi ini hanya diikuti oleh anak yang usianya 15 tahun dan hanya bertempat di Kudus.

Seiring berjalannya waktu, ternyata Djarum melebarkan audisinya hingga diberbagai kota di Indonesia. Yang awalnya peserta audisi hanya diperbolehkan yang usianya 15 tahun, ternyata kini diperbolehkan yang lebih muda lagi yakni pada usia 6 tahun. Tentunya baik-baik saja apabila benar-benar ingin menjadi jembatan bagi anak-anak dalam menyalurkan bakatnya. Namun apakah semuanya murni hanya untuk menjadi jembatan bagi anak-anak dalam menyalurkan bakatnya.

Tentunya semuanya sudah tau, bahaya akan rokok dalam tubuh manusia. Jelas-jelas bahwa, rokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan masih banyak lagi. Jangan sampai anak-anak yang masih usia dini mengenal rokok, karena jelas akan berbahaya bagi si anak tersebut. Bagaimana agar anak tidak mengenal rokok? Jawabannya adalah jauhi semua yang berhubungan dengan rokok.

Nah dibalik audisi beasiswa djarum bulutangkis, ditemukan ada unsur-unsur eksploitasi pada anak. Djarum memanfaatkan audisi beasiswa ini menjadi ajang strategi pemasaran, setelah PP 109 lahir pada tahun 2012 sebagai turunan Undang-Undang Kesehatan No. 36/2009 yang isinya adalah membatasi iklan rokok di berbagai media.

Hal inilah yang membuat djarum menggunakan strategi secara tidak langsung dalam mempromosikan rokok di ajang audisi beasiswa bulutangkis. Tahun 2008, audisi beasiswa djarum diselenggarakan sepanjang bulan Maret-September di 8 kota sekaligus. Karena iklan sudah dibatasi untuk tayang di berbagai media, mereka menggunakan koran, youtube, instagram, dan facebook untuk mempromosikannya. 

Para anak-anak pun antusiasnya luar biasa untuk mengikuti audisi beasiswa djarum bulutangkis ini. Jumlah total peserta annak usia 6-15 tahun yang mengikuti aaudisi adalah 5.957 orang. Tentu ini bukan jumlah yang sedikit, apakah yang diterima sesuai dengan yang daftar? Setengahnya mungkin, atau berapa ratus orang. Sayangnya tidak sebanyak itu yang lolos audisi dan benar-benar dijembatani dalam menyalurkan bakatnya. Jumlah yang mendapatkan beasiswa ini adalah 23 orang saja. 

Sedangkan dalam tahun ke tahun, jumlah peserta audisi makin bertambah banyak. Namun yang diterima hanya segelintir saja yaitu 0,01% dari jumlah peserta yang mengikuti audisi ini. Ini adalah angka yang sedemikian ekstrim karena angkanya jauh banget. Lalu apakah anak-anak merasa dirugikan? Yaa scara tidak langsung sudah jelas, karena djarum mengambil kesempatan di momen ini yang seolah-seolah peduli olahraga bulutangkis biarpun hanya segelintir saja yang dibina. 

Lalu apa sih yang disebut sebagai eksploitasi anak?

Eksploitasi yang terjadi pada anak adalah, ketika para audisi diharuskan mengenakan kaos dengan tulisan besar “DJARUM” dibagian depan kaos. Ini jelas bentuk eksploitasi terhadap anak yang dapat berdampak buruk bagi anak. Anak yang seharusnya tidak mengetahui soal rokok tetapi justru malah dikenalkan dengan rokok. Tentunya ini nanti akan berdampak buruk bagi anak tersebut. Karena kesehariannya ada wacana rokok disekelilingnya.
 
Ibu Lisda Sundari saat menyampaikan soal isu eksploitasi anak (Foto : www.bowosusilo.com)
Dalam acara ini turut hadir Ibu Lisda Sundari pendiri Yayasan Lentera Anak, beliau mengatakan betapa mirisnya saat anak-anak yang masih dibawah umur menjadi korban eksploitasi anak. Tentu ini harus diluruskan, harus ada yang bersuara agar tidak berkelanjutan yang seperti ini. Anak-anak hampir semua tahu bahwa Djarum itu adalah rokok, bukan hanya sekedar tulisan saja yang melekat di baju mereka. 

Hadir juga Ibu Liza Djaprie seorang psikolog, yang selalu memperhatikan akan perkembangan seorang anak. Beliau juga menyoroti soal audisi djarum bulutangkis yang melibatkan anak-anak dibawah umur. Ibu Liza paham betul, kalau anak yang masih dibawah umur pemikirannya akan sangat mudah dipengaruhi. Anak akan menerima semua informasi yang disampaikan ke mereka dengan apa adanya. Namanya juga anak, jadi belum bisa memilah mana yang baik dan enggak. Inilah yang sangat disayangkan jika eksploitasi anak terus terjadi di Indonesia khususnya di audisi djarum bulutangkis. Bapak Bagja Hidayat Editor Senior Tempo, juga turut hadir dalam acara bersama blogger ini.
 
Ibu Lisa Djaprie seorang Psikolog (Foto : www.bowosusilo.com)
Bapak Bagja Hidayat, Editor Senior Tempo (Foto : www.bowosusilo.com)
Sebagai orang tua tentu harus aware akan kondisi yang seperti ini. Boleh saja mendukung bakat anak-anak, dan memang harus didukung tapi juga dengan cara memberikan dampak positif bagi masa depan anak. Apalagi Undang-Undang sudah jelas mengatur perbuatan mengeksploitasi tubuh anak bisa dipidana dengan merujuk pasal 88 UU Perlindungan Anak bahwa “Setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 761, dipidana paling lama 10 tahun dan denda 200.000.000. 

Bukan hanya pasal 761, audisi ini juga melanggar PP 109/2012 pasal 47 (1) yaitu mengikutsertakan anak-anak pada penyelenggaraan kegiatan yang disponsori rokok dan pasal 37 (a) yaitu menggunakan nama merek dagang dan logo produk tembakau termasuk brand image produk tembakau.

Dari pasal diatas, sudah jelas bahwa kegiatan audisi ini melanggar aturan hukum. Disinilah peran orang tua yang sangat diperlukan dalam memberikan pengertian kepada anak mana yang terbaik. Yayasan Lentera Anak terus menginisiasi dalam perlindungan anak terhadap eksploitasi. Tentunya juga butuh bantuan teman-teman untuk menyebarkan informasi ini agar sampai ke seluruh masyarakat Indonesia.

Semoga anak-anak Indonesia terus berkembang dan berkarya dengan cara yang baik serta bisa memajukan Bangsa Indonesia tercinta.



Salam,
www.bowosusilo.com



Friday, 5 April 2019

Aston Priority Simatupang Berpartisipasi untuk Earth Hour 2019


Foto bersama manajemen Aston Priority Simatupang dengan Bapak Sarnadi Adam (Foto : www.bowosusilo.com)
Apa yang pertama kali teman-teman tau ketika mendengar kata “Earth Hour”? Ya, mungkin sudah banyak yang tau apa itu Earth Hour. Earth Hour ialah sebuah kegiatan global yang diadakan oleh World Wide Fund for Nature (WWF) pada hari sabtu terakhir bulan maret setiap tahunnya. Untuk kegiatannya sendiri adalah berupa pemadaman lampu yang tidak diperlukan di rumah, perkantoran, hotel selama satu jam. Mengapa harus dimatikan selama satu jam? Apakah bisa berdampak baik kah?

Nah untuk tujuan dari pemadaman lampu selama satu jam adalah meningkatkan kesadaran akan perlunya tindakan yang amat serius dalam menghadapi perubahan iklim. Dari tahun ketahun tentunya iklim di dunia ini terus berubah, begitupun dengan Indonesia. Menurut WWF, sebanyak 80 persen spesies air musnah, sedangkan lebih dari 50 persen populasi hewan darat punah. Ada 40 persen hutan berubah menjadi lahan pertanian. Dengan demikian perubahan iklim membuat satu dari enam spesies dalam ancaman kepunahan.

Itulah mengapa diperlukan Earth Hour setiap tahunnya. Ya memang belum seberapa sih, karena memang cuma satu jam saja mematikan lampu. Tapi itu sudah bisa memberikan dampak positif tentunya. Hemat listrik menjadi salah satu cara untuk meminimalisir dampak dari perubahan iklim tersebut. 
Tim Bloggercrony Indonesia bersama Mas Paundra Hanutama dan Bapak Sarnadi Adam (Foto : Bloggercrony)
Beruntung banget saya mendapatkan kesempatan untuk mengikuti acara Earth Hour 2019 di Aston Priority Simatupang yang bekerjasama dengan Bloggercrony Indonesia. Tentunya saya senang banget dan excited karena ini pertama kalinya mengikuti kegiatan Earth Hour. Awalnya memang saya gak tau apa itu Earth Hour, dengan mengikuti acara ini jadi tahu akan pentingnya peringatan Earth Hour setiap tahunnya.

Tentunya ini bukan yang pertama kalinya Hotel Aston Priority Simatupang ikut berpartisipasi dalam peringatan Earth Hour. Sejak awal mula berdiri, Hotel Aston Priority Simatupang sudah berkomitmen dalam momentum Earth Hour yang dilakukan oleh hampir penduduk seluruh dunia setiap tahunnya dalam rangka melawan perubahan iklim dari tahun ke tahun. Perubahan iklim tidak boleh dipandang sepele oleh penduduk dunia, karena jika tidak disikapi dengan serius akan berdampak buruh bagi penduduk dunia.

Peringatan Earth Hour ini diadakan pada tanggal 30 Maret 2019 yaitu pukul 19.30 – 20.30 WIB. Aston Priority Simatupang dan seluruh penduduk dunia melakukan pemadaman lampu dengan tujuan agar dapat membantu melindungi lingkungan dan melawan perubahan iklim yang terus berganti.

Untuk tema yang diusung oleh Aston Priority Simatupang adalah “Bersinar dalam Gelap sebagai Terang atas Aksi Perubahan Iklim”. Dalam memeriahkan acara Earth Hour 2019 ini, Aston Priority Simatupang mengundang Bapak Sarnadi Adam. Siapakah beliau? Sarnadi Adam adalah seorang maestro seni lukis Betawi yang sudah berhasil menembus galeri nasional maupun internasional untuk memperlihatkan salah satu karya seninya. Waaah tentunya Bapak Sanardi Adam adalah  sosok yang luar biasa, dan tentunya tidak bisa diragukan lagi dalam kemampuan melukisnya.

Karya Bapak Sarnadi Adam ini juga ada yang masuk di Istana Negara lho. Waaah keren banget kan. Nah khusus dalam rangka Earth Hour bersama Aston Priority Simatupang, Bapak Sunardi Adam melukis menggunakan cat fosfor yang dapat berpendar dalam gelap pada saat Earth Hour dimulai. Beliau menyampaikan “Saya sangat senang dapat berpartisipasi dan berkolaborasi dengan Aston Priority Simatupang Hotel & Conference Center dalam acara Earth Hour dengan membuat sebuah karya seni pada saat hampir seluruh penduduk dunia mematikan lampu secara bersamaan”.
Murid-murid SD 01 Kebagusan saat menampilkan pertunjukan seni (Foto : www.bowosusilo.com)
Selain Bapak Sarnadi Adam, ada juga SD 01 Kebagusan yang juga diundang oleh Aston Priority Simatupang untuk memeriahkan acara Earth Hour 2019. Murid-murid SD 01 Kebagusan ini merupakan murid yang berprestasi dalam bidang seni. Nah pertunjukan dalam acara Earth Hour ini adalah pertunjukan musik yang menggunakan dari barang bekas, puisi tentang bumi serta pertunjukan seni pencak silat.

Acara Earth Hour di Aston Priority Simatupang sangat meriah karena diisi dengan pertunjukan-pertunjukan yang menghibur untuk para pengunjung hotel. Para Blogger pun tentunya antusias dalam acara Earth Hour ini. Lebih menariknya lagi adalah ketika lampu hotel dimatikan, suasana hening dan tentunya berbeda dengan saat lampu menyala. Semua orang lebih terlihat menghargai akan adanya sinar lampu yang ada. 

Gemerlap lilin-lilin Earth Hour menghiasi Hotel Aston Priority Simatupang. Saat kondisi gelap itulah bertepatan dengan para tamu hotel makan malam. Waaaaa suasananya asik banget. Ternyata seru juga makan bareng-bareng tanpa lampu penerangan yang memadai. Seperti zaman orang-orang dulu gitu yang hanya pakai lilin hehe.
 
Foto bersama Tim Bloggercrony Indonesia (Foto : Bloggercrony)
Foto : www.bowosusilo.com
Dari acara Earth Hour ini, saya mengambil banyak pelajaran tentang pentingnya melawan perubahan iklim yang terjadi. Harus lebih mencintai lingkungan, bersama-sama menjaga agar lingkungan tetap nyaman dan bersih tentunya. Jangan melakukan penebangan hutan secara besar-besaran, karena itu bisa berdampak buruk pada perubahan iklim. 

Mari sama-sama kita jaga lingkungan sekitar dan jangan sampai membuang sampah sembarangan. Dari hal kecil inilah kita bisa belajar untuk berpartisipasi langsung dalam menjaga alam agar tetap nyaman dan bersih. 

Oiya, teman-teman boleh lho kalau mau main-main atau liburan dengan  keluarga di Aston Priority Simatupang. Tempatnya Cozy banget deh, cocok untuk kalangan milenial sampai kolonial #eh. 

Cus aja ya ini saya kasih alamatnya:

Aston Priority Simatupang Hotel & Conference Center
Jl. Let. Jend. TB. Simatupang Kav. 9 Kebagusan South Jakarta 12520 Indonesia
Telepon : +628179460145 / +622178838777 / +622178839777
Website : Simatupang.AstonHotelsInternational.com


Salam,
www.bowosusilo.com



 
Copyright © 2013 Bowo Susilo
Design by FBTemplates | BTT