BREAKING

Senin, 24 September 2018

Saatnya Atlet Difabel Berlaga di Asian Para Games 2018

Sumber : @asianpg2018

Perhelatan Asian Games 2018 rasanya masih menjadi kebanggaan tersendiri. Karena diajang inilah, Atlet-atlet Indonesia mampu menunjukkan kepada dunia Internasional bahwa Indonesia adalah negara yang kuat dan tangguh. Apalagi Asian Games 2018 kemarin, Indonesia lah yang dipercaya menjadi tuan rumahnya.

Setelah Asian Games 2018 sukses digelar di Indonesia, kini Indonesia kembali dipercaya untuk menjadi tuan rumah Asian Para Games 2018. Apa sih bedanya Asian Games dan Asian Para Games? Yuk kenali lebih jauh!

Asian Games adalah ajang olahraga yang diadakan setiap empat tahun sekali yang diikuti oleh atlet-atlet seluruh Asia. Sedangkan Asian Para Games adalah ajang olahraga yang juga diadakan empat tahun sekali dan diikuti khusus atlet-atlet difabel di Asia.

Diajang Asian Para Games inilah atlet-atlet difabel diseluruh Asia akan berlaga disini. Mereka akan membuktikan bahwa keterbatasan tidak menjadi halangan untuk dapat menorehkan prestasi.

Asian Para Games akan digelar di Indonesia mulai tanggal 6 sampai 13 Oktober 2018. Tentunya ajang olahraga Asian Para Games tidak kalah menariknya dengan Asian Games. Saat ini pawai obor pun sedang berlangsung mengelilingi kota-kota di Indonesia.

Sumber : @asianpg2018

Asian Para Games 2018 mengusung tema "The Inspiring Spirit and Energy of Asia". Diperhelatan inilah para atlet-atlet difabel diseluruh Asia akan unjuk gigi. Tentunya ini patut untuk diapresiasi. Mereka menunjukkan kepada dunia, bahwa tidak ada alasan suatu apa pun untuk bermalas-malasan. Biarpun dengan keterbatasan yang ada, harus tetap semangat dan terus berusaha untuk berprestasi.

Stadion Utama Gelora Bung Karno menjadi venue utama perhelatan Asian Para Games 2018. Asian Para Games ini bakal mempertandingkan 18 cabang olahraga dan diikuti oleh atlet-atlet terbaik dari 42 Negara Asia.

Saya pribadi sangat bangga karena Indonesia bisa menjadi tuan rumah perhelatan olahraga di kancah Internasional. Ini adalah suatu kesempatan bagi Indonesia untuk terus eksis dikancah Internasional.

Sumber : @asianpg2018

Jendi Panggabean adalah atlet renang dengan satu kaki. Dengan keterbatasan yang ia miliki, Jendi tetap bisa membuktikan kepada masyarakat untuk terus berprestasi. Sejak usia 11 tahun, Jendi sudah harus terbiasa menggunakan satu kaki. Akibat kecelakaan yang ia alami, membuat dokter harus mengaputasi kakinya sampai pangkal paha.

Namun keterbatasan yang Jendi miliki tidak membuatnya putus asa untuk terus berprestasi. Kegigihan dan semangatnya lah yang bisa mengantarkan Jendi sampai sekarang ini. Pria kelahiran Sugih Waras 10 Juni 1991 ini selalu bersyukur karena dengan keterbatasannya, Allah masih memberikan bakat terhadap dirinya. Sehingga bisa turut mengharumkan Indonesia dikancah Internasional.

Sumber : @asianpg2018
Nanda Mei merupakan atlet paralimpik cabang atletik dengan nomor 100 m, 200 m, dan 400 m. Dengan keterbatasan yang ia miliki, justru membuatnya terus semangat dalam meraih prestasi. Nanda sudah beberapa kali menjuarai berbagai kejuaraan dikancah Internasional.

Nanda pernah menyabet medali perak di lari 100 m dan 200 m serta perunggu 400 m diajang ASEAN Para Games 2014 yang bertempat di Myanmar. Selain itu juga, Nanda juga pernah meraih 3 emas diajang ASEAN Para Games 2017 di Malaysia.

Waaaah tentunya ini merupakan sebuah prestasi yang sangat membanggakan. Tentunya keluarga Nanda sangat bangga, dan seluruh masyarakat Indonesia juga bangga karena Nanda bisa mengharumkan Indonesia dikancah Internasional.

Tentunya masih banyak lagi atlet-atlet difabel lainnya yang juga berprestasi! Semoga Indonesia kembali menorehkan prestasi diajang Asian Para Games 2018. Apalagi Indonesia tahun ini menjadi tuan rumahnya. Semoga Indonesia bisa menjadi tuan rumah yang baik dan bisa juara umum, Aamiin...


Salam,
www.bowosusilo.com



Sabtu, 15 September 2018

Pentingkah untuk Imunisasi secara rutin?

Sumber : sehatnegeriku.kemkes.go.id
Assalamualaikum semuanya ... Bagaimana kabarnya, semoga selalu diberikan kesehatan ya, Aamiin ...

Kesehatan pada tubuh menjadi yang sangat penting, namun masih banyak yang kurang peka terhadap kesehatan tersebut. Kesehatan harus dijaga sejak dini, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan.

Nah sekarang ini ramai memperbincangkan imunisasi. Apa itu Imunisasi?

Imunisasi merupakan salah satu cara pencegahan penyakit menular khususnya penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi secara rutin. Imunisasi ini diberikan kepada tidak hanya anak sejak masih bayi sampai remaja namun juga diberikan kepada orang dewasa.

Apalagi sekarang ini lagi ramai masalah Difteri. Harusnya para orang tua cepat tanggap untuk mencegah penyakit-penyakit yang dapat membahayakan kesehatan bagi tubuh. Imunisasi sangat penting untuk diberikan kepada anak. Karena sumber imunitas alami seperti ASI sudah dipatenkan bahwa itu tidak bisa secara total menghentikan penyakit yang tergolong dalam pd3i atau yang sering disebut penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi.

Oleh sebab itu, penting banget bagi setiap pihak masyarakat untuk memberikan penekanan pada penanganan yang seksama terhadap kewaspadaan akan kemungkinan terjadinya perluasan antivaksin di Indonesia.

Kementeriam Kesehatan Republik Indonesia meminta kepada seluruh kepala dinas kesehatan baik ditingkat provinsi maupun kabupaten/kota untuk dapat mampu memetakan potensi kemungkinan timbulnya kasus luar biasa di wilayahnya masing-masing.  Selain itu juga, mereka juga diminta untuk mampu meningkatkan pencegahan terhadap penyakit-penyakit yang dapat membahayakan kesehatan pada tubuh.

Apalagi program imunisasi ini merupakan program langsung dari pemerintah. Jangan sampai disia-siakan untuk tidak mengikuti imunisasi secara rutin. Faktanya memang demikian, sebut saja di desaku. Banyak yang menghiraukan akan pentingnya imunisasi secara rutin. Masih banyak yang bermalas-malasan untuk imunisasi secara rutin.
Sumber : alodokter.com
Harapan dari pemerintah, Penyebaran vaksin secara merata harus tersebar diseluruh Indonesia. Kementeriam Kesehatan Republik Indonesia dan seluruh pihak terkait bakal melakukan peningkatan cakupan imunisasi, memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya imunisasi ini serta melakukan advokasi pada pemimpin wilayah serta membangun sistem surveilans yang kuat untuk dapat mendeteksi kejadian penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.

Untuk bicara angka sendiri, penyebaran imunisasi di Indonesia sudah lumayan meningkat. Pada tahun 2015 hingga 2017, berdasar data Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, pada 2015 cakupan imunisasi secara nasional angkanya mencapai 86,5%. Tentunya pemerintah berharap angka ini akan terus bertambah dari tahun ketahun.

Nah dengan demikian masihkah menganggap bahwa imunisasi itu tidak penting?

Tentunya imunisasi sangat penting bagi seluruh rakyat Indonesia agar kesehatan tubuh tetap terjaga dengan baik.


Salam,
www.bowosusilo.com


 
Copyright © 2013 Bowo Susilo
Design by FBTemplates | BTT