* *
BREAKING

Friday, 11 October 2019

Tokopedia Terus Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Digital di Indonesia



Tentunya teman-teman sudah tidak asing lagi bukan dengan nama Tokopedia? Ya, Tokopedia merupakan perusahaan teknologi di Indonesia yang sedang berkembang sampai dengan sekarang. Tokopedia memiliki misi mencapai pemerataan ekonomi di Indonesia secara digital. Ekonomi di Indonesia tentunya harus turut didukung secara terus menerus agar bisa merata. Jadi, bukan hanya berfokus di Kota-kota besar saja. 

Misi Tokopedia mampu meratakan pertumbuhan ekonomi sampai ke daerah-daerah terpencil di Indonesia. Diera yang serba digital ini, seluruh masyarakat harus melek teknologi dan mampu go digital untuk bersaing dengan pasar nasional. Dengan adanya teknologi digital, tentunya bisnis akan semakin mudah dan bisa dikerjakan dimana saja. 

Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), pada tahun 2019 Tokopedia telah memberikan pengaruh besar untuk perekonomian Indonesia. Pertumbuhan ekonomi ini berkolaborasi dengan penjual, pembeli, dan para mitra bisnis Tokopedia. 

Dalam acara penyampaian riset ini, menghadirkan tiga narasumber diantaranya William Tanuwijaya selaku CEO & Co-Founder Tokopedia, Kiki Verico selaku Wakil Direktur LPEM FEB UI, dan Laras Anggraini selaku Pendiri Smitten by Pattern


Ketiga narasumber ini memberikan sambutan dan penjelasannya mengenai perkembangan ekonomi digital di Indonesia. Seperti yang disampaikan oleh Bapak William, Tokopedia terus meningkatkan pelayanan terbaiknya dan terus berusaha untuk membuat ekonomi digital di Indonesia semakin merata. Mulai dari kota-kota besar sampai ke pelosok desa di Indonesia.

Diera yang serba digital ini, masyarakat harus bisa memanfaatkan teknologi dengan baik agar bisnisnya semakin mudah dan mampu bersaing di dunia nasional bahkan internasional. 

Lebih lanjut Bapak William menyampaikan sejak awal Tokopedia berdiri, kami memang berkomitmen untuk dapat memudahkan masyarakat dalam memulai dan menciptakan lapangan pekerjaan yang berbasis digital. 

Pemaparan yang selanjutnya yaitu dari Bapak Kiki, Beliau menjelaskan bahwa, dari hasil riset kami, populasi pengguna Tokopedia membuat harga 21% lebih murah. Tentunya ini suatu prestasi bagi Tokopedia yang mampu membuat harga lebih murah. Nah yang seperti ini tentu dibutuhkan di Indonesia. 


Tentunya tidak hanya itu saja, ada sekitar 79% pembeli menjadi lebih paham tentang produk investasi digital. Masyarakat tentu harus semakin paham akan perkembangan digital dan harus mampu mengikutinya agar tidak tertinggal dengan yang lainnya. 

Pada tahun 2018, sudah tercatat sebanyak 5 juta pengguna yang berperan sebagai penjual. Pada tahun 2019, populasi penjual naik menjadi 6,4 juta. Para penjual di Tokopedia sebesar 88,55% merupakan pedagang baru dan 94% termasuk dalam kategori ultra mikro yang artinya penjualannya memiliki omzet dibawah 100 juta per tahun.

Selain itu juga transaksi di Tokopedia pun semakin merata ke seluruh Indonesia, yakni tidak hanya terfokus di kota-kota besar di Jawa. Hal ini membuktikan bahwa Tokopedia mampu perlahan-lahan meratakan pertumbuhan ekonomi digital di seluruh Indonesia sesuai dengan misinya. 

Pemberdayaan ekonomi yang merata diluar jawa diantaranya Gorontalo 55,09%, Jambi 41,88%, Sulawesi Utara 36,67%, Kalimantan Timur 35,71%,  dan Lampung 34,27%. Tentunya ini akan terus ditingkatkan, sampai pengembangan ekonominya bisa merata ke seluruh Indonesia. 

Riset LPEM FEB UI juga menyebutkan bahwa Tokopedia membuat para pengusaha mikro, kecil, dan menengah yang berada di daerah bisa membeli bahan baku produksi dengan harga yang lebih murah. Tentunya ini akan membuat bisnis semakin berkembang dan maju. Nah para konsumen produktif ini, bukan hanya di Jawa saja melainkan tersebar di luar pulau Jawa.

Yakni Bengkulu 54,5%, Sulawesi Tenggara 53,85, Gorontalo 46,15%, Nusa Tenggara Barat, 46,15%, dan Maluku 45,45%. Pencapaian ini tentu akan terus berkembang sesuai dengan majunya bisnis yang dijalankannya. Selama 2018, GMV Tokopedia telah berhasil menembus angka 73 triliun. Tentu ini bukan nilai yang sedikit ya, dan diperkirakan pada 2019 akan naik menjadi 222 triliun.

 
Pada sesi diskusi panel kemarin, Laras Anggraini juga membagikan kisah suksesnya dalam menjalani bisnis. Intinya dalam memulai bisnis tidak boleh nyerah dan dan mudah putus asa. Harus terus optimis dan semangat dalam menjalaninya. Itu semua sudah dibuktikan oleh Laras, sekarang sudah bisa memiliki kantor sendiri. Dulunya beliau Cuma menggunakan kamar pribadinya untuk menjalani bisnis, seperti mengemas barang, menyimpan barang, dan lain sebagainya.


Oke, semoga makin banyak masyarakat Indonesia yang terus semangat dalam berwirausaha dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan. 

Sukses untuk Tokopedia dan untuk seluruh masyarakat Indonesia.
Salam,





About ""

Halo semua, Selamat datang di www.bowosusilo.com. Saya lahir di Lampung, dari 2 bersaudara. Selain kuliah, saya juga aktif di dunia blogger. Melalui blog ini saya juga menerima penawaran kerjasama dalam bentuk penulisan artikel sponsor, job review, dan sebagainya. Nah untuk penawaran kerjasama bisa langsung menghubungi saya di bowosusilo68@gmail.com.

Post a Comment

 
Copyright © 2013 Bowo Susilo
Design by FBTemplates | BTT