BREAKING

Sabtu, 05 Desember 2015

"Jumpa Blogger Dengan Atlet Binaraga Indonesia"


Atlet Binaraga Indonesia
Indonesia memang mempunyai bibit-bibit olahraga unggul yang tak kalah dengan Negara lain, salah satunya adalah Binaraga Indonesia. Nah pada kesempatan ini, Kamis 3 Desember 2015 saya mendapat kesempatan untuk menghadiri acara jumpa blogger dengan atlet binaraga Indonesia yang bertempat di Resto Sate Senayan, FX Sudirman, Senayan, Jakarta.

Sebelum memulai acara diskusi dengan para atlet binaragawan para blogger dipersilahkan untuk makan siang terlebih dahulu yang di koordinatori oleh Mas Gapey. Setelah makan siang akhirnya acara diskusi bareng atlet binaraga pun dimulai dengan penuh antusiasme. Gimana gak semangat melihat 3 atlet yang berbadan kekar itu membuat kita penasaran dong pastinya hehe...

Juara Atlet Binaraga Indonesia
Ketiga Atlet itu adalah Syafrizaldi, Dedy Syahputra dan Hendra Oktafia Fanggi Sain. Ketiga Atlet ini baru saja mengikuti pertandingan yang diadakan di Bangkok dari mulai tanggal 24-30 November 2015. Pertandingan kali ini diselenggarakan oleh Federasi WBPF (World Bodybuilding & Physique Federation).

Syafrizaldi
Syafrizaldi yang akrab disapa Rizal merupakan Atlet yang sudah senior, tidak tanggung-tanggung dalam pencapaian karirnya dibidang olahraga Binaraga ini, Rizal sudah menjuarai kejuaraan dunia sebanyak 8 kali. Wowww amazing banget ya, pantas aja dilihat dari keadaan tubuhnya sekarang ini memang pantas kalau Rizal bisa menjuarinya. Tapi bukan berarti menang itu dilihat dari badan yang kekar saja ya, tentu bisa dilihat dari berbagai hal hehe...

Indonesia Juara
Atlet yang kedua adalah Dedy Syahputa. Atlet yang satu ini memang masih tergolong muda, tetapi tentu disaat usianya yang masih muda ini sudah bisa mengharumkan nama baik Indonesia dikancah Internasional. Dan Atlet yang ketiga adalah Hendra Oktafia Fanggi Sain yang merupakan Atlet asal Banten ini juga sudah mengharumkan nama baik Indonesia di Dunia.

Indonesia Juara
Agar kita lebih paham tentang kondisi Atlet Binaraga Indonesia ini seperti apa, para blogger pun tidak menyia-nyiakan kesempatan yang langka ini untuk bertanya langsung dengan Kemalsyah Nasution, SH (Manajer TimNas sekaligus Binpres PB PABBSI).

Menurut Kemalsyah keberadaan atlet binaraga di Indonesia ini kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah. Hal ini diungkapkan saat kita wawancarai ketika acara berlangsung. Walaupun kurangnya perhatian dari Pemerintah, sang Manajer Atlet Binaraga ini tidaklah mudah putus aja begitu aja, tetap saja bisa mengikuti berbagai pertandingan-pertandingan yang diselenggarakan dikancah Internasional. Pada pertandingan yang diadakan di Bangkok, Indonesia mampu berpartisipasi dalam pertandingan tersebut yaitu dengan mengirimkan 12 atlet dan 2 official berangkat ke Bangkok.

Saat Diskusi Tentang Atlet Binaraga Indonesia
Nah pada acara Jumpa Blogger ini yang hadir hanya 3 atlet karena yang lain sudah tinggal diluar kota. Yang mengikuti pertandingan ini terdiri dari berbagai daerah diantaranya dari daerah Banten, Jawa Tengah, Manado, Jawa Timur, Makassar Sulawesi Selatan, dan dari DKI Jakarta. Pada pertandingan kali ini terdapat 12 nomor yang kita ikuti dari 37 dan alhamdllah atlet kita berhasil mendapatkan medali emas yaitu juara dunia, selain itu juga Syafrizaldi juga bisa menyabet piala medali perunggu dikelas 75 kg. Jadi kalau di kejuaraan dunia ini, Syafrizaldi mendapatkan kelas diatas 50 tahun, yaitu persaingannya sangatlah ketat. 

Mengapa demikian, karena pertandingan ini tidak berdasarkan kelas melainkan siapa aja boleh untuk bertanding disini. Pada pertandingan ini, Syafrizaldi mendapatkan lawan yang lebih besar dari dia, semuanya diadu disini, yang lebih kecil dari Syafrizaldi juga ada pada pertandingan ini. Dari 12 atlet alhamdllah 11 atlet bisa masuk semi final. Insyaallah Syafrizaldi sampai tahun ini bisa menjuarai PON 8 kali. Insyaallah bisa dimasukkan kedalam rekor muri kalau udah sampai menjuarai 8 kali.

Ada pertanyaan dari salah satu blogger yaitu Dian Kelana : Banyak sekali atlet yang sudah membanggakan nama Indonesia dikancah dunia tetapi kehidupannya tidaklah diperhatikan dengan seksama, mengapa demikian ??? Strategi apakah yang akan dilakukan oleh pak Kemalsyah Nasution untuk bisa memberikan pelayanan terhadap atlet yang menjadi juara dan membawa nama baik Indonesia ???
 
Kemalsyah Nasution, SH : Semua keberangkatan pertandingan ini tidak dibiayai oleh kemenpora, akhirnya kita membuat proposal untuk mengajukan dana dalam melakukan pertandingan. Sebenernnya dananya ada di kemenpora itu, tetapi kita aja yang kurang teriak dalam memperjuangkan atletnya.

Bagaimana para atlet Indonesia bisa maju denga pesat apabila Pemerintahnya aja setengah-setengah dalam memperhatikannya. Kita ambil contoh aja Sampai sekarang gak ada yang mengembangkan GBK. Mengapa GBK tidak di sebarluaskan ke daerah-daerah yang ada di Indonesia agar semua daerah-daerah yang ada di Indonesia mendapatkan fasilitas yang memadai untuk mengembangkannya. Kondisinya sekarang adalah banyaknya jual beli atlet. Seharusnya sekarang atlet itu harus mendapatkan pelayanan yang baik oleh Pemerintah seperti biaya hidupnya harus ditanggung oleh Pemerintah.

Atlet Binaraga Indonesia Bersama Tim Manajer
Mengapa pada jaman Soekarno itu mengadakan PON pada saat itu. Karena dengan olahraga inilah bisa mempersatukan bangsa Indonesia. Nah jaman dulu Cuma ada Kementerian olahraga saja beda sama sekarang. Sekarang ini dunia olahraga sudah kelihatan, tetapi Indonesia kelihatan kedodoran artinya tidaklah siap untuk bersaing dikancah Dunia.

Binaraga harusnya punya federasi sendiri, itu udah pasti bisa maju. Kita harus bergerak dari akar rumputnya. Kemaren ada kabar kalau kita tidak disetujui waktu munas. Coba kita tanyakan ke daerah-daerah yang bakalan menjalani pasti mau, saya yakin itu ungkap Kemalsyah Nasution, SH.

Kita mau atlet kesejahteraan nya maju dan punya prestasi yang meningkat. Hal yang baik adalah kita harus bangun federasi sendiri. Nah sekarang ini yang lagi berkembang adalah fisikal fitness yaitu mempunyai daya jual tinggi. Saya mau ketemu Anggota DPR Komisi X, Supaya olahraga ini didanai oleh pemerintah, yaitu kita perkenalkan di sekolah-sekolah. Kalau binaraga buat anak-anak itu tidak cocok. Nah nantinya fisikal fitness bisa kita lobakan di PON, nanti kita bakalan punya bibit-bibit unggul, Diluar negeri sudah dipertandingkan olahraga fisikal fitness ini, sehingga kita bisa mempersiapkannya mulai dari sekarang ini.

Kalau birokrasi binaraga dipegang sama orang yang tidak berkompeten dibidangnya tentu akan tidak baik nantinya. Pasti itu sudah mempunyai niat-niat yang melenceng, adanya kepentingan-kepentingan tersendiri dalam birokrasi tersebut. Disitu sudah kelihatan kalau birokrasi itu ada kumpulan kubu-kubu tersendiri. Kalau saya di ikut-ikutkan soal kubu itu, tentu saya tidak mau tau (ungkap Kemalsyah Nasution). Jangan sampai adanya kubu-kubu tersebut nantinya mengorbankan para atlet-atlet, karena itu tidak baik.

Jujur saja, acara ketemu blogger ini akan saya galakkan, mengapa demikian ? supaya masyarakat mengetahui yang sebenernya. Kita ini mau maju tetapi induk organisasi kita aja tidak ada, bagaimana bisa tercapai dengan mulus. Hal ini sudah kelihatan sekali, contohnya adalah lihat saja sekarang ketika atlet-atlet yang baru pulang diluar negeri itu seperti tidak dihargai sama sekali sama pemerintah. Enggak pernah di ekspos sama media, itu namanya tidak menghargai atlet-atlet yang sudah berjuang untuk mengharumkan nama Indonesia. Itu adalah hal yang simpel tetapi tidaklah diperhatikan oleh pemerintah.

Dalam olahraga ini yang terpenting adalah pembinaan prestasi dan potensi. Dapat dilihat dari atlet yang muda. Seharusnya federasi sudah membuat jadwal untuk pertandingan-pertandingan yang akan dilaksanakan nantinya. Seharusnya pembibitan, pembinaan barulah mendapatkan prestasi. Makanya bapak jangan heran kalau Pak Syafrizaldi juara dunia sampai 8 kali, karena tidak ada penerusnya. Harusnya 8 tahun menjuarai ini sudah ada 5 yang seperti dia dong ungkap Kemalsyah.
 
Pertanyaan dari Kang Arul : Minta pendapat dari masing-masing atlet mengenai fassion nya dan kondisi sekarang ini tentang pemerintah peka atau tidak dalam memfasilitasi atlet-atlet di Indonesia ?
Dedy Syahputra : kalau menerut saya, sama persis apa yang dikatakan oleh pak Kemalsyah tadi. Jangankan buat kita berangkat pakai uang negara. Untuk latihan aja susah. Terus kita pulang tanding aja gak bakalan di ekspos ke media, kalau menang ya udah menang aja gak ada perhatian dari pemerintah dengan baik.

Hendra Oktafia Fanggi Sain :Sejauh ini kita mau pergi bertanding aja pakai uang pribadi dengan cara menabung. Kurang banget perhatian dari pemerintah. Bener banget yang dibilang tadi kalau menang bertanding ya yang nyambut Cuma keluarga saja. Seharusnya adalah perhatian pemerintah itu tinggi, karena itu akan membuat penyemangat tersendiri bagi kita semua. Ya mungkin pemerintah sekarang ini bukan tidak mau membantu, tetapi mungkin belum, semoga nantinya para atlet Indonesia mendapatkan perhatian yang serius dari pemerintah.

Syafrizaldi :Ya bener kata temen-temen tadi, kita itu tidak ada apresiasinya ketika menang saat bertanding. Hanyalah keluarga yang memberikan support pada kita. Saya mah sekarang mikirnya bisa memberikan kepada Indonesia yang terbaik itu sudah senang saya. Jangan tanya negara memberikan apa buat saya. Saya modal sendiri dan dibantu pak Kemal untuk berangkatnya saja. Pelatihannya saja sebulan 18 juta dan saya mempersiapkan diri selama 14 bulan bukan 2 bulan tapi 14 bulan. Buat saya alhamdllah sudah terbayar dengan medali emas dan perunggu yang kita dapatkan sekarang ini.

Foto Bersama Usai Diskusi
Semoga Atlet Binaraga Indonesia Tetap Jaya !!!
Sumber Foto : Dokumentasi Pribadi.


About ""

Halo semua, Selamat datang di www.bowosusilo.com. Saya lahir di Lampung, dari 2 bersaudara. Selain kuliah, saya juga aktif di dunia blogger. Melalui blog ini saya juga menerima penawaran kerjasama dalam bentuk penulisan artikel sponsor, job review, dan sebagainya. Nah untuk penawaran kerjasama bisa langsung menghubungi saya di bowosusilo68@gmail.com.

Posting Komentar

 
Copyright © 2013 Bowo Susilo
Design by FBTemplates | BTT