BREAKING

Sabtu, 23 Juli 2016

Nusantara Sehat _ Penyebaran Tenaga Kesehatan di Daerah Terpencil

Diskusi Karier Dokter dan Dokter Gigi di Era Jaminan Kesehatan Nasional (Foto: Bowo Susilo)
Masih ingat sekali ketika kecil saya selalu di doain supaya jadi dokter. Dan itupun kebawa-bawa sampai SD, kalau ditanya orang besok kalau udah gede jadi apa bowo? Jadi Dokter, jawabku dengan polos hehe. Namun seiring berjalannya waktu, cita-cita jadi Dokter pun terlewatkan hehe. Karena memang setelah dewasa, cita-cita itu berubah hehe. 

Gimana sih keadaan dokter di Indonesia sekarang? Sudah cukupkah dokter di Indonesia untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Selasa, 19 Juli 2016, saya mendapatkan kesempatan untuk mengikuti diskusi yang diadakan oleh Kementerian Kesehatan RI yang bertempat di Kantor Kemenkes RI, Gedung Adhyatama. Acara diskusi kali ini membahas tentang Karir Dokter dan Dokter Gigi di Era Jaminan Kesehatan Nasional. Acara diskusi kali ini dihadiri oleh tenaga kesehatan pemerintah maupun swasta dan beberapa mahasiswa kedokteran yang ada di Indonesia. 

Berbicara masalah kesehatan yang ada di Indonesia, tentu banyak banget permasalahannya. Sesuai dengan banyaknya penduduk yang ada di Indonesia, maka permasalahannya pun semakin kompleks. Tugas Kementerian Kesehatan RI memang menyehatkan masyarakat seluruh Indonesia, tentu tidaklah gampang, banyak hambatan-hambatan yang dialaminya. Mulai dari tenaga kesehatannya, fasilitas-fasilitas kesehatan, sampai ke pribadi orang masing-masing yang kurang peduli dengan kesehatannya.

Kebutuhan Dokter di Indonesia terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Apalagi kebutuhan Dokter di daerah-daerah terpencil dan kepulauan, sangat sedikit sekali Dokter yang ada di daerah-daerah terpencil. Kebanyakan Dokter ada di kota-kota besar seperti Jakarta yang merupakan kota metropolitan. Lalu langkah apa sih yang diambil oleh Kementerian Kesehatan RI untuk memenuhi kebutuhan Dokter di Indonesia.

dr. Mari S. Purba saat berbagi pengalamannya ketika ditugaskan di Papua (Foto: Bowo Susilo)
Nusantara Sehat

Mungkin sudah banyak yang tau tentang Nusantara Sehat, ada juga yang belum tau apa itu Nusantara Sehat. Nusantara Sehat adalah sebuah program yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan RI dengan tujuan mendukung pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Tim Nusantara Sehat ini ditugaskan ke daerah-daerah terpencil dan kepulauan yang ada di seluruh Indonesia. Seperti yang dikatakan oleh Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila Moeloek, SPM (K) bahwa, Kemenkes sengaja membentuk tim untuk ditugaskan ke daerah-daerah terpencil. Apabila tidak dibentuk tim, takutnya nanti pada gak betah kalau ditugaskan di daerah terpencil, baru sehari nanti pulang lagi, sambil tersenyum.

Tim Nusantara Sehat yang dikirim ke daerah-daerah terpencil terdiri dari dokter, dokter gigi, perawat, bidan, tenaga kesehatan masyarakat, tenaga kesehatan lingkungan, analis laboratorium, tenaga gizi dan tenaga kefarmasian. Dengan demikian, Tim Nusantara Sehat ini bisa saling melengkapi satu sama lain. Sebelum diberangkatkan ke daerah-daerah, Tim Nusantara Sehat mendapatkan pelatihan khusus yang sebelumnya tidak didapatkan dibangku kuliah, agar siap ditempatkan di daerah yang ditentukan oleh Kementerian Kesehatan nantinya. Bicara soal gaji yang didapat oleh Tim Nusantara Sehat tentu sebanding dengan pengabdiannya. Seorang Dokter yang mengikuti Tim Nusantara Sehat mendapatkan insentif 11,2 juta. Selain insentif dari Kementerian Kesehatan, mereka juga berhak mendapatkan insentif dari Pemda apabila pemda setempat memberikan sebagai tambahan gajinya.

Banyak daerah-daerah kepulauan dan terpencil yang membutuhkan tenaga-tenaga medis untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dalam diskusi ini turut hadir juga Tim Nusantara Sehat yang ditugaskan di Papua, yaitu dr. Firman Budi dan dr. Mari S. Purba.

Saya merasa bangga menjadi bagian dari Tim Nusantara Sehat. Bisa membantu masyarakat di daerah-daerah terpencil itu kesempatan yang luar biasa, apalagi saat saya pertama kali datang ke Papua disambut dengan masyarakatnya yang sangat ramah dan bersahabat. Hal ini membuat saya semakin semangat  untuk ditugaskan di Papua, walaupun daerah ini adalah daerah yang sangat terpencil, ungkap dr. Mari S. Purba saat berbagi pengalamannya ditugaskan di Papua.

Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengungkapkan bahwa tujuan dibentuknya Nusantara Sehat adalah diantaranya:
  1. Mengubah perilaku masyarakat agar hidup sehat. Banyak masyarakat yang kurang memperhatikan kesehatannya. Disinilah peran Tim Nusantara Sehat untuk bisa mengajarkan bagaimana cara hidup sehat dengan dimulai dari hal-hal kecil. Selain membantu di puskesmas yang ada di daerah, Tim Nusantara Sehat diharapkan mampu memberikan edukasi-edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya kesehatan.
  2. Meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Daerah-daerah terpencil tentu banyak kekurangan tenaga kesehatan yang dapat memberikan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat. Disinilah Tim Nusantara Sehat harus membantu puskesmas di daerah tersebut untuk memberikan pelayanan-pelayanan primer kepada masyarakat.
Saat ini Kementerian Kesehatan sedang fokus terhadap puskesmas-puskesmas terutama yang ada di daerah-daerah terpencil untuk diberikan bantuan alat-alat kesehatan primer. Banyak puskesmas-puskesmas daerah yang sudah tidak ada peralatan-peralatan yang memadai. Hal inilah yang membuat Pemerintah untuk segera memperbaikinya, agar puskesmas tersebut mampu memberikan pelayanan kesehatan yang baik terhadap masyarakat.

Dengan adanya program Nusantara Sehat, diharapkan mampu memberikan pelayanan kepada masyarakat terpencil yang membutuhkannya. Dengan demikian diharapkan pelayanan kesehatan di Indonesia semakin merata.

Salam Hidup Sehat,


~ Bowo Susilo ~



About ""

Halo semua, Selamat datang di www.bowosusilo.com. Saya lahir di Lampung, dari 2 bersaudara. Selain kuliah, saya juga aktif di dunia blogger. Melalui blog ini saya juga menerima penawaran kerjasama dalam bentuk penulisan artikel sponsor, job review, dan sebagainya. Nah untuk penawaran kerjasama bisa langsung menghubungi saya di bowosusilo68@gmail.com.

2 komentar:

  1. Boleh ngga aku ikutan kaka ke Indonesia bagian timur kaka hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boleh banget kak Salman hehe. Hayuk lah kapan-kapan travelling bareng

      Hapus

 
Copyright © 2013 Bowo Susilo
Design by FBTemplates | BTT