Berani Explore Rasa, Cerita di Balik Hadirnya RicheeseGPT
Ada satu hal yang selalu bikin gue antusias yaitu mencoba sesuatu yang baru, apalagi kalau urusannya makanan. Hari itu gue datang dengan rasa penasaran ke acara peluncuran menu terbaru dari Richeese Factory. Bukan sekadar nambah menu, tapi katanya membawa pengalaman rasa yang berbeda. Tagline-nya sederhana, tapi kuat yaitu Berani Explore Rasa.
Kalimat itu langsung kena. Karena jujur, selama ini banyak orang termasuk gue udah terlalu identik sama satu rasa kalau ngomongin Richeese yaitu pedas. Pedas yang bikin keringetan, pedas yang bikin nagih, pedas yang selalu jadi pilihan utama. Tapi kali ini, ceritanya sedikit berubah.
Identitas Pedas yang Sudah Melekat
Kalau boleh jujur, setiap kali makan di Richeese, gue hampir selalu ambil level pedas tertinggi. Bukan karena mau gaya, tapi emang udah kebiasaan. Sensasi pedas itu kayak ritual keringetan, minum berkali-kali, tapi tetap lanjut makan. Ada kepuasan tersendiri.
Makanya, ketika diperkenalkan menu baru yang justru non pedas, gue sempat mikir ini bakal cocok nggak ya? Karena biasanya, kalau nggak pedas, rasanya seperti ada yang kurang. Tapi rasa penasaran selalu menang. Dan di situlah cerita baru dimulai.
RicheeseGPT: Nama Unik, Rasa Serius
Menu baru ini namanya cukup menarik yaitu RicheeseGPT. Awalnya terdengar seperti sesuatu yang berhubungan dengan teknologi, tapi ternyata bukan. GPT di sini adalah singkatan dari Garlic Parmesan Temptation, perpaduan rasa gurih keju parmesan dan aroma bawang putih yang menggoda.
Konsepnya sederhana, kalau pedas selama ini jadi ciri khas, kali ini Richeese ingin menghadirkan pengalaman rasa yang berbeda. Bukan mengganti identitas, tapi memperluas pilihan. Supaya semua orang, termasuk yang nggak suka pedas, tetap bisa menikmati ayam dengan karakter rasa yang kuat. Dan jujur, pendekatan ini terasa matang.
Pengalaman Gigitan Pertama
Ayamnya datang dengan tampilan crispy yang familiar, tapi aroma garlic-nya langsung terasa bahkan sebelum dicoba. Begitu gigitan pertama masuk… Ekspektasi gue langsung berubah.
Nggak ada sensasi pedas yang biasanya “nendang”, tapi diganti dengan rasa gurih, cheesy, dan aromatic yang seimbang. Parmesan-nya terasa, bukan sekadar pelengkap. Garlic-nya lembut, nggak menusuk, tapi cukup kuat untuk bikin rasa ayamnya lebih hidup. Tekstur ayamnya juga tetap konsisten, crispy di luar, juicy di dalam.
Sebagai orang yang biasa makan pedas ekstrem, gue kira bakal merasa kurang. Tapi ternyata nggak. Ini tipe rasa yang bikin lo makan pelan, tapi tiba-tiba sadar ayamnya udah habis. Kadang, rasa gurih yang balance justru lebih “diam-diam nagih.”
Makna di Balik Explore Rasa
Yang menarik dari peluncuran ini bukan cuma soal menu, tapi pesan di baliknya. Berani Explore Rasa bukan sekadar slogan. Ada filosofi bahwa selera orang berbeda, dan brand harus berani berkembang tanpa kehilangan karakter.
Richeese selama ini dikenal kuat dengan Fire Chicken dan level pedasnya. Itu identitas yang nggak bisa dipisahkan. Tapi lewat RicheeseGPT, mereka menunjukkan bahwa eksplorasi rasa bukan berarti meninggalkan jati diri, melainkan memperkaya pengalaman. Dan yang paling terasa, menu ini tetap punya karakter Richeese banget. Cheesy, bold, tapi lebih ramah untuk semua lidah.
Perspektif yang Berubah
Datang dengan mindset pecinta pedas, gue awalnya cuma ingin coba. Tapi pulang dengan perspektif baru. Ternyata, selera itu bisa berkembang. Kita sering merasa sudah tahu apa yang kita suka, sampai suatu hari mencoba sesuatu yang berbeda dan ternyata cocok juga.
Gue tetap penikmat pedas, itu nggak berubah. Fire Chicken level tinggi tetap punya tempat sendiri. Tapi sekarang, ada satu pilihan lain kalau lagi pengen makan tanpa drama keringetan dan tetap enak. Buat gue, ini bukan soal pedas atau nggak pedas. Ini soal rasa yang dibuat dengan niat.
Menu Baru, Pengalaman Baru
RicheeseGPT bukan sekadar tambahan menu, tapi pengalaman rasa yang berbeda. Ayam crispy yang dibalut seasoning Garlic Parmesan ini menawarkan sesuatu yang sederhana tapi efektif. Rasa gurih yang nyaman, aroma yang menggoda, dan tekstur yang tetap konsisten.
Menu ini juga jadi bukti bahwa eksplorasi rasa itu penting. Bahkan untuk brand yang sudah punya identitas kuat sekalipun, mencoba sesuatu yang baru bisa membuka pengalaman baru baik untuk brand maupun untuk penikmatnya. Dan kadang, dari perubahan kecil seperti ini, justru muncul cerita yang paling berkesan.
Pengalaman hari itu mengingatkan gue pada satu hal, kita sering terlalu nyaman dengan pilihan lama, sampai lupa memberi ruang untuk hal baru. Padahal bisa jadi, yang baru itu justru cocok.
RicheeseGPT sekarang sudah tersedia di seluruh outlet Richeese Factory di Indonesia. Bisa dinikmati dine-in, takeaway, drive-thru, maupun lewat pemesanan online. Artinya, siapapun bisa mencoba, tanpa harus jadi pecinta pedas dulu. Dan kalau biasanya lo selalu pilih pedas seperti gue, mungkin sesekali nggak ada salahnya mencoba sesuatu yang berbeda.
Karena kadang, dari satu gigitan sederhana… kita bisa menemukan rasa baru yang ternyata pas. Jangan lupa cobain juga ya!




.jpg)


0 komentar