Penuhi Gizi Seimbang Agar Anak Terhindar Dari Stunting

By Bowo Susilo - 09:30


Permasalahan stunting di Indonesia masih menjadi sorotan dan diperlukan perhatian khusus untuk mengatasinya. Masih banyak bayi dan anak yang pada saat masa pertumbuhannya kekurangan gizi. Hal inilah yang menyebabkan angka stunting di Indonesia masih tergolong tinggi. Angka stunting meningkat secara cepat pada rentang usia 6-23 bulan. Makanya seorang Ibu harus benar-benar memperhatikan dengan serius persoalan stunting ini.

Ternyata masih banyak lho para calon Ibu dan juga yang sudah menjadi Ibu belum memiliki pengetahuan yang cukup soal gizi seimbang. Memang sih hal ini terjadi karena berbagai faktor, salah satunya adalah permasalahan ekonomi dan pendidikan. Sehingga mereka kurang aware dengan permasalahan stunting yang bisa terjadi pada pertumbuhan anak.

Lalu apa saja nih yang harus diperhatikan bagi seorang Ibu agar anak-anaknya terhindar dari stunting? Jakarta, 3 Februari 2022 saya mendapatkan kesempatan untuk mengikuti webinar yang diadakan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Nah webinar kali ini merupakan rangkaian acara dalam memperingati Hari Gizi Nasional ke-62. Tema yang diangkat kali ini adalah “Cegah Stunting Selalu Penting”.


Apa Itu Stunting?

Stunting ialah permasalahan gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam rentang yang cukup lama. Umumnya hal ini karena asupan makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi sang anak. Kapan stunting bisa terjadi pada anak? Permasalahan stunting terjadi mulai dari dalam kandungan dan baru akan terlihat ketika anak sudah menginjak usia dua tahun. Menurut data dari WHO, di seluruh dunia, 178 juta anak di bawah usia lima tahun diperkirakan mengalami pertumbuhan terhambat karena stunting.

Edukasi soal gizi seimbang agar terhindar dari stunting menjadi sangat penting dan harus dilakukan ke seluruh daerah di Indonesia. Dengan begitu diharapkan makin banyak masyarakat yang aware dengan permasalahan stunting. Karena dampak dari stunting ini sangat berbahaya bagi pertumbuhan sang anak. Bagaimana Indonesia bisa mencetak generasi emas jika banyak anak-anak di Indonesia yang terkena stunting?

Apakah Stunting Bisa Dicegah?

Jawabannya bisa. Mencegah stunting tentu sangat bisa untuk dilakukan tentunya dengan pemenuhan kebutuhan gizi yang seimbang. Perlu diketahui bersama bahwa dampak dari stunting umumnya terjadi karena kurangnya asupan nutrisi pada 1.000 hari pertama anak. Hitungan 1.000 hari di sini ialah dimulai sejak janin sampai anak berusia 2 tahun. Pada rentang waktu inilah yang harus benar-benar diperhatikan dengan sebaik mungkin.

Kebutuhan nutrisi Ibu dan janin harus terpenuhi dengan baik. Buat para Bumil harus mengonsumsi cukup makronutrien, seperti karbohidrat, lemak, dan protein yang cukup. Selain itu, perlu juga mengonsumsi makanan dan minuman yang kaya vitamin dan mineral. Gaya hidup sehat juga tak kalah penting nih buat para Bumil agar badan tetap sehat dan bugar. Agar lebih tenang, sebaiknya lakukan pemeriksaan ke Dokter secara rutin untuk mengetahui perkembangan sang buah hati.


Webinar Hari Gizi Nasional ke-62

Dalam webinar kali ini menghadirkan beberapa narasumber diantaranya Sri Sukotjo (Nutrition Specialist - UNICEF lndonesia), Andriyani Wagiyanto (Head of Nutrition and Health - Unilever), Fransisca Wulandari (Grants Manager - Tanoto Foundation).

Dalam pemaparannya Sri Sukotjo menjelaskan bahwa pemberian makan bayi dan anak itu sangatlah penting. Hal ini tentunya untuk mencegah stunting. Nah, kebutuhan gizi anak usia 0-23 bulan itu sangat tinggi yaitu:

  • Periode ini pertumbuhannya sangat pesat
  • Pertumbuhan otak hingga 75% ukuran otak dewasa
  • Lebih dari 1 juta koneksi saraf dibentuk setiap detik
  • Berat badan meningkat 4x lipat
  • Tinggi badan meningkat hingga 75%

Jika kebutuhan gizi anak tidak terpenuhi dengan baik maka akan menimbulkan stunting. Bukan hanya itu saja, tapi juga bisa menghambat kecerdasan, memicu penyakit, dan menurunkan produktivitas. Makanya buat para Ibu harus bisa memberikan kebutuhan nutrisi yang cukup buat sang buah hati. Berikan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama. Setelah itu baru pemberian MP-ASI berkualitas pertama pada saat bayi usia 6 bulan. Terus menyusui hingga anak berusia dua tahun atau lebih dengan MP-ASI yang tepat dan berkualitas.


Kementerian Kesehatan juga menggandeng Tanoto Foundation dalam mengedukasi masyarakat soal gizi seimbang. Fransisca Wulandari menjelaskan bahwa masih banyak ditemukan kebingungan di masyarakat soal apa itu stunting. Oleh karena itu, edukasi harus terus dilakukan. Tanoto Foundation melakukan studi dan juga pelatihan ke berbagai daerah di Indonesia agar masyarakatnya lebih kreatif dalam menciptakan menu-menu yang memiliki nilai gizi seimbang. Selain itu juga, hasil studi yang dilakukan akan membantu meningkatkan pemahaman lebih lanjut tentang bagaimana menyediakan makanan tambahan yang berkualitas bagi bayi mulai 6-24 bulan.


Andriyani Wagiyanto menyampaikan bahwa Unilever Indonesia juga memiliki peran yang sangat penting dalam mengedukasi masyarakat tentang gizi seimbang. Untuk itu, Unilever terus berinisiatif dalam menciptakan produk untuk perbaikan nutrisi dan stunting. 87% produk Unilever sudah selaras dengan standar WHO. Unilever juga mengadakan berbagai program Nutrimenu Indonesia. Program Nutrimenu merupakan inisiatif dari salah satu brand Unilever yang diluncurkan sejak 2019. Bekerjasama dengan mitra strategis, program Nutrimenu bertujuan untuk memberikan edukasi dan membangun kebiasaan keluarga Indonesia dalam memasak dan mengonsumsi makanan yang lezat dan bergizi seimbang sesuai panduan Kementerian Kesehatan “Isi Piringku.”


Semua memiliki peran penting dalam menciptakan generasi emas Indonesia. Semoga semakin banyak masyarakat yang aware dengan gizi seimbang agar anak terhindar dari stunting. Sehingga angka stunting di Indonesia terus menurun dan terciptalah generasi emas Indonesia.

Salam sehat!




  • Share:

You Might Also Like

0 komentar